Tentang KPSTI

By Administrator KPSTI 07 Apr 2014, 13:10:57 WIB




Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) adalah  organisasi yang berfokus pada pelestarian dan pengembangan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia. KPSTI dibentuk sebagai bentuk tanggung jawab terhadap amanat UUD 1945 dan UU No. 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, serta untuk menjaga dan memajukan pencak silat sebagai warisan budaya asli Indonesia. 

Tujuan KPSTI:

  • Pelestarian:

Menjaga dan melestarikan tradisi pencak silat dari berbagai aliran dan daerah di Indonesia. 

  • Pengembangan:

Mengembangkan pencak silat agar tetap relevan dan diminati oleh generasi muda. 

  • Penyebarluasan:

Mempromosikan pencak silat sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia ke tingkat nasional maupun internasional. 

  • Pendidikan dan Pelatihan:

Memberikan pendidikan dan pelatihan pencak silat, termasuk nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. 

Kegiatan KPSTI:

  • Sarasehan:

Mengadakan pertemuan dan diskusi untuk membahas berbagai aspek pencak silat, termasuk tantangan dan peluang pasca pengakuan UNESCO. 

  • Pelatihan dan Pembinaan:

Menyelenggarakan pelatihan dan pembinaan bagi para pesilat, baik dari segi teknik maupun nilai-nilai tradisi. 

  • Kerja Sama:

Bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi lainnya, untuk mendukung pelestarian dan pengembangan pencak silat. 

Pencak Silat sebagai Warisan Budaya:

Pencak silat telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda, yang menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi ini. Pencak silat bukan hanya seni bela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur seperti persahabatan, saling menghormati, dan kohesi sosial. 

Peran KPSTI dalam Era Modern:

KPSTI berperan penting dalam memastikan bahwa pencak silat tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat modern. Organisasi ini berusaha untuk menjadikan pencak silat sebagai tren budaya yang digemari oleh anak muda, serta menjadikannya sebagai identitas bangsa yang kuat.